Profil Komite Musik
|
BUDI Utomo Prabowo Ketua Terkenal dengan nama Tomy Prabowo, lahir di Semarang, 6 Mei 1963. Alih-alih menjadi ahli nuklir, Sarjana Teknik Nuklir, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan MSIS/Informatika, New Jersey Institut of Technology, Newark, Amerika Serikat itu malah menggeluti bidang musik. Meski sempat mengecap karir di Badan Tenaga Atom Nasioal (BATAN), bahkan meraih predikat karyawan terbaik di intitusi itu, ia malah banting stir sebagai pemusik. Lantas untuk lebih mengasah kemampuannya bermusik ia menempuh pendidikan musik University of Music Freiburg, Jerman (2007). Kini hari-harinya ia habiskan untuk mengajar vokal dan konduktor di berbagai sekolah musik. Selain sebagai seorang konduktor, Tomy juga kerap menjadi juri festival paduan suara di berbagai daerah. |
DIAN Hadipranowo Anggota Dian Hadipranowo, atau lebih dikenal sebagai Dian HP, adalah salah satu musisi, penggubah lagu dan penata musik yang laris di Indonesia. Sebagai penata musik, Dian menggarap rekaman album mulai dari penyanyi cilik Tasya hingga Ruth Sahanaya dan kelompok vokal Warna. Dian juga yang berada di balik sukses konser musik dan pergelaran drama musical sekelas Mahadaya Cinta dari GSP Production dan Kupu-kupu, A Tribute to Titiek Puspa. Lulusan IKJ itu langganan menciptakan musik film dan lagu soundtrack film. Meski tidak berasal dari keluarga musisi, musik sudah dikenal Dian sejak kecil. Ia telah mengenal piano sejak usia dua tahun. Sebelum lulus sekolah dasar, Dian telah menguasai piano dan mampu membaca partitur. |
Anggota Eric John Arthur Awuy. Lahir di Bern, Swiss 21 Januari 1964. Ketika kecil, Eric sudah lebih mengenal not balok ketimbang huruf. Ia mendapatkan penghargaan tertinggi Premier Prix De Conservatorie pada bidang trompet dan musik kamar, tahun 1988 di Montreal Conservatory Of Music. Sejak itu ia menjadi pemain orkestra profesional di Montreal Symphony Orchestrta dibawah pimpinan Maestro Charles Dutoit. Kemudian bermain di orkestra lainnya seperti The National Art Center Orkestra, Quebec Symphony Orkestra, dan World Youth Orkestra, pimpinan konduktor hebat seperti Zubin Mehta, Pierre Boulez, dan Trevor Pinnock. Di Indonesia, ia aktif sebagai musisi di berbagai orkestra dan menjadi direktur program Twilite Youth Orchestra. |
Anggota
Jabatin Bangun. Kepekaannya terhadap musik dan berbagai riset yang berkaitan dengan musik Nusantara ataupun seni lainnya makin terasah, sesuai dengan latar pendidikannya sebagai Sarjana Musikologi, Fakultas Sastra, USU-Medan dan Master Antropologi UI. Melalui DKJ ia ingin membuka jaringan dan kerja sama seluas-luasnya dengan banyak orang di bidang kesenian. Selain aktif di DKJ, Jabatin aktif sebagai pengajar di Institut Kesenian Jakarta. |







Anggota