Profil Komite Tari
Komite Tari adalah sit amet, consectetur adipiscing elit. In at risus lorem, vitae sollicitudin nunc. Nulla fermentum urna sit amet eros rutrum a posuere sem ultrices. Nunc facilisis porta condimentum. Fusce sit amet condimentum leo. Etiam tristique lorem at metus porttitor euismod. Donec a magna at odio suscipit vehicula in at mi! Duis sollicitudin mattis mattis. Sed velit turpis, gravida convallis vehicula et, porta viverra nunc. Nulla at nisi commodo nisi egestas cursus. Quisque libero metus, pulvinar at hendrerit non; tincidunt at risus. Fusce tempor semper nisi, condimentum suscipit risus porta nec. Nulla sit amet enim arcu, elementum condimentum magna. Vivamus laoreet dui id nibh suscipit nec congue eros posuere. Etiam feugiat tellus non lacus tincidunt posuere. Curabitur in sapien turpis, at aliquet velit.
|
Komite Tari - Ketua
DEDDY Luthan atau lengkapnya Hendrawanto Panji Akbar Luthan lahir di Jakarta pada 1951. Menyelesaikan kuliah pada Jurusan Tari Institut Kesenian Jakarta dan menjadi staf pengajar di jurusan tersebut sampai saat ini.Disamping belajar di IKJ, ia juga berlatih menari kepada Ki Condrolukito, Suparjo, Sampan Hismanto untuk Tari Jawa. Kemudian Sjafio Koto, Nurjayadi, Sumaryo HP untuk tari Melayu. Tapan untuk tari Minangkabau dan Kakul untuk tari Bali. Sebagai penari ia pernah melawat ke Australia tahun 1974, Korea tahun 1975, Malaysia tahun 1976 dan tahun 1981, Thailand tahun 1977, Jepang tahun 1979, Hong Kong pada tahun 1980 dan tahun 1981. Sebagai seorang penari, ia sering mengikuti misi-misi kesenian Indonesia ke luar negeri, antara lain ke negera-negara ASEAN, Korea Selatan, Jepang, Hongkong, Amerika Serikat, Kanada. Ia juga sering ia mengikuti pertunjukan/pementasan dari para penata tari seperti Sardono W. Kusumo, Farida Faisol, Yulianti Parani, S. Kardjono, I Wayan Diya, Retno Maruti. |
Sekretaris
Renee Sariwulan. Sebagai ibu dari Risa, 7 tahun, putra semata wayangnya, Renee selalu antusias menyumbangkan buah pikirannya untuk memecahkan berbagai permasalahan di dunia tari, sesuai dengan latar belakangnya sebagai antropolog tari dari Institut Kesenian Jakarta. Lahir di Malang 9 Mei 1973. ia aktif sebagai dosen di IKJ, juga pernah menjadi staf Apresiasi Seni Pertunjukan (ASP) tahun 2006. |
|
Anggota
GENOVEVA Valleria Noirury Nostalgia Setyowati Retno Jahnawi. Sejak dilahirkan di Solo, 27 Januari 1971, Rury sudah akrab dengan dunia tari. Usia tiga bulan Rury kecil bahkan sudah ditinggal orangtuanya pentas menari di Perancis. Belum genap setahun umurnya, ia sudah diajak ayahnya dalam sebuah proses pertunjukan tari Dongeng dari Dirah bersama penari Sardono W Kusumo di Tabanan, Bali. Berbagai misi kebudayaan dan festival tari di luar negeri ia ikuti, mulai dari Malaysia, Thailand, Kamboja, China, Jepang, Inggris, Jerman, Spanyol, Amerika Serikat, hingga Rusia. Selain menjadi pengajar tari, Rury sudah dipercaya untuk memegang kendali manajemen Padnecwara. Di tangan Rury saat ini terletak kelangsungan sebuah tradisi yang telah bertahan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. |
Anggota
Selama menimba ilmu di Jerman, ia telah menciptakan dua karya yaitu, Lullabye Jerman, yang diciptakan pada tahun 1992 dan Bulan Jerman pada tahun 1993. Pengalaman menarinya di mancanegara cukup banyak. Ia pernah bergabung dengan Company Folkwang Tanz Studio selama 2 tahun dan tour keliling Swiss, Perancis, Italia, dan Rusia. Hingga kini ilmunya ia tularkan pada murid-muridnya dengan mengajar teknik di Kreativitaet Dance Indonesia dan mengajar tari modern di Sekolah tari Sumber Cipta. |






