Profil Komite Teater

 

Komite Teater - Ketua

DEWI Noviami. Kelahiran Bandung, 20 November 1966, Novi – panggilannya – menghabiskan tujuh tahun terakhirnya di Goethe-Institut Jakarta sebelum akhirnya berlabuh di Dewan Kesenian Jakarta. Lulusan Sastra Jerman Universitas Padjadjaran ini aktif menulis, selain menerjemahkan buku-buku berbahasa Jerman kedalam Bahasa Indonesia.

Novi juga pernah bekerja sebagai jurnalis freelance di Radio Deutche Welle dan pernah pula mengajar di Department of Southeast Asian Studies at the University of Bonn . Hingga saat ini Novi tercatat sebagai anggota
GSSTF (Student theatre group at the University of Bandung) dan sejak 2007 sampai sekarang tercatat sebagai anggota Executive Board German Alumni Association.

Sekretaris

SARI Sabda Bhakti Madjid. Sejak usia 10 tahun Sari telah terjun ke dunia drama. Pada 1978 ia menjadi anggota Teater Koma yang dipimpin oleh N. Riantiarno dan kakaknya, Ratna Madjid. Sari hampir tidak pernah absen dari setiap pementasan Teater Koma. Perannya sebagai Engtay dalam sandiwara Sampek Engtay melambungkan namanya. Sejak 1980, Sari juga merangkap sebagai manajer panggung.

Selain menangani Teater Koma, ia juga mengelola berbagai pertunjukan lainnya baik yang bersifat nasional maupun internasional. Antara lain untuk David Copperfield dan Lear, sebuah pertunjukan oleh Yayasan Jepang yang melibatkan pekerja seni dari berbagai negara. Pada 1995, Sari menangani perayaan peringatan emas kemerdekaan Indonesia di Lapangan Monas, Jakarta serta sejumlah pertunjukan di berbagai negara.

Sejak 1992 ia mulai tertarik dengan layang-layang. Kini Sari menjabat sebagai sekretaris jenderal Pelangi atau Perhimpunan Layang-layang Indonesia. Dengan minatnya terhadap layang-layang dan jabatannya ini, Sari telah beberapa kali menyelenggarakan Jakarta International Kite Festival di Jakarta.

 

   
Anggota

JOSE Rizal Manua. Lahir di Padang, 14 September 1954. Ia merupakan seniman yang melahirkan banyak sajak humor. Berbagai lomba baca puisi di Jakarta baik tingkat DKI Jakarta maupun nasional telah diikutinya sejak awal tahun 80-an dan selalu menang, sampai pada tahun 1985 para juri termasuk penyair Sutardji Calzoum Bachri memintanya untuk tidak lagi mengikuti lomba. Sejak saat itu Jose menempuh hidupnya sebagai deklamator

Menjadi anggota Bengkel Teater sejak tahun 1977 hingga akhirnya mandiri dengan Teater Tanah Airku. Jose yang menyukai fotografi ini masih mengerjakan banyak hal, seperti melatih teater untuk anak-anak. Sampai sekarang, Jose malah tambah berkibar menancapkan kukunya pada bidang seni drama dan dunia kepenyairan.

Anggota

MADIN Tyasawan. Nama aslinya E Sumadiningrat, kelahiran Jakarta, 15 Juli 1964. Pernah menempuh pendidikan tinggi di tiga universitas yaitu IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta) jurusan Sastra Indonesia, Universitas 17 Agustus 1945 Jurusan Ilmu Politik dan Kemasyarakatan serta Sekolah Tinggi Filsafat Driyakarya.

Madin mulai berteater sejak 1979. Kiprahnya gemilang di panggung teater, diantaranya ditandai dengan terpilih dua kali sebagai Aktor Terbaik Festival Teater Jakarta pada 1986 dan 2000.

Pernah bekerja sebagai guru Bahasa dan Sastra Indonesia di beberapa sekolah sejak 1988 – 2001, kini Madin – sapaan akrabnya – aktif bekerja sebagai script writer freelance di beberapa rumah produksi.