Kompetisi Teater Indonesia 2010, A Tribute to WS Rendra

Kompetisi Teater Indonesia 2010, A Tribute to WS Rendra
Time: 
Mon, 11/01/2010 (All day) - Sun, 11/07/2010 (All day)

Dalam dekade terakhir, teater di Indonesia seolah jalan di tempat. Tidak ada perkembangan yang cukup berarti, juga tidak benar-benar hilang dari jagad teater. Dalam kata lain, selama dekade terakhir ini pekerja teater tidak mampu memperlihatkan diri sebagai entitas yang kukuh.

Tanpa bermaksud menafikan beberapa pencapaian sporadis, pada umumnya dunia teater Indonesia menjadi inferior ketika berhadapan dengan lembaga-lembaga lain di luar dirinya. Teater pun kemudian berbaur dengan dunia lain. Teater perlu seni rupa. Teater perlu tari. Teater perlu film. Teater perlu musik. Teater perlu pencanggihan estetika pertunjukan . Sementara itu, masyarakat masih menganggap teater sebagai semata hiburan. Pun pemerintah masih memposisikan teater sebagai sub kebudayaan, bukan kebudayaan itu sendiri.

Disisi lain, komunitas-komunitas teater terus berupaya menghidupi dirinya dengan langkah yang sunyi. Mereka berjalan sendiri-sendiri, membuat sebuah letupan, lalu sunyi kembali. Padahal, letupan-letupan kecil yang terjadi dalam komunitas-komunitas itu akan menjadi amunisi yang dahsyat ledakannya, jika mampu dikelola secara bersama-sama sehingga upaya menjadikan teater sebagai proses budaya secara utuh akan lebih mudah tercapai.

Untuk belajar mengenai hal itu, ada baiknya melihat kebelakang, tentang usaha yang dilakukan WS Rendra dalam mengembangkan Bengkel Teaternya. Sebagai tonggak teater modern Indonesia, WS Rendra banyak mencontohkan laku dalam berteater sehingga mencerminkan kehidupan keseharian dan menjadi kerja komunal. Rendra menjadikan teater sebuah tontonan yang menjadi bagian dari kehidupan penontonnya. Rendra menjembatani teater dengan institusi kenegaraan.

Untuk itulah kemudian Lintas Masyarakat Teater Jawa Timur bersama Dewan Kesenian Jawa Timur, berinisiatif untuk menyelenggarakan sebuah acara teater yang mampu mempertemukan komunitas-komunitas teater di Indonesia dalam sebuah kompetisi, workshop, dan diskusi yang sekaligus mencoba menjejaki kembali upaya-upaya membangun teater Indonesia yang pernah dilakukan almarhum WS Rendra sebagai salah satu tokoh teater Indonesia.

“KOMPETISI TEATER INDONESIA 2010  a tribute to WS RENDRA”
1 - 7 November 2010, 14.00 - 23.00 WIB
Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Propinsi Jawa Timur

Dewan Juri     
1. Rahman Sabur. Sutradara Teater Payung Hitam,Bandung.
2. Joko Bibit. Sutradara Teater Ruang, Solo.
3. Afrizal Malna. Pengamat Teater, Jogjakarta.
4. Dindon WS. Sutradara Teataer Kubur, Jakarta.
5. Rusdi Zaki. Pengamat Teater, Surabaya. Informasi selengkapnya mengenai acara ini klik www.ktirendra.wordpress.com

Atau hubungi petugas panitia :

Farid Syamlan. 0817391883
Luhur Kayungga. 081230777411
Dedy Obenk.  031-71756592
Diana Sasa. 085232444023