BLUES 4 FREEDOM (Konser & Pameran)
Kerjasama Dewan Kesenian Jakarta dengan Galeri Foto Jurnalistik Antara dan G Production
Sebagai bagian dari event paralel sekaligus menjadi event pembuka Jakarta Biennale#14.2011 “MAXIMUM CITY”
Blues adalah manifesto ungkapan suara hati. Ketika hak asasi tertindas, saat kemerdekaan terenggut, manakala demokrasi ternoda, maka Blues menjadi bahasa yang menetes tanpa henti untuk memecahkan karang pandir dan kelu.
Kondisi ini merespon dari berbagai kasus persekongkolan politik yang memuakkan selain pelanggaran HAM yang terjadi di berbagai belahan bumi Indonesia. Terkuaknya kasus korupsi pembangunan infrastruktur oleh politikus, korupsi pajak, pelecehan TKI, suap hakim, jaksa dan aparatur penegak hukum lain, hingga berbagai kasus penyerangan atas nama agama.
Blues menjadi bahasa perlawanan menentang angkara kepongahan, mengekspresikan kebebasan jiwa agar:
1. Merdeka untuk beragama
2. Merdeka utuk hidup layak
3. Merdeka untuk berekspresi
4. Merdeka dari rasa takut
Blues menjadi medium untuk meneriakkan dengan lantang hak demokrasi yang tak lagi milik warga negara Indonesia yang merdeka.
Tempat dan waktu
Jumat, 29 Juli 2011
16.00 WIB - selesai
Plaza Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki
Pengisi acara
Gugun Blues Shelter | Navicula | Efek Rumah Kaca | The Flowers | Getah | Bangku Taman | Leonardo | Harry Pochang Blues Libre.
ACARA INI TERBUKA UNTUK UMUM & GRATIS
Didukung oleh 89,2 Green Radio, O Channel (media partner eksklusif TV Lokal), dan Kompas.com







