Pameran Foto dan Peluncuran Buku ERIK PRASETYA

Pameran Foto dan Peluncuran Buku ERIK PRASETYA
Time: 
Wed, 12/15/2010 - 10:00 - Sun, 12/26/2010 - 10:00

Pameran Foto dan Peluncuran Buku 

 
Erik Prasetya
 
 
JAKARTA
Estetika Banal
 
Erik Prasetya seorang juru foto kelahiran Padang, Sumatra Barat yang sudah lama bekecimpung dalam dunia fotografi. Namun demikian Erik bukan seorang juru foto yang  semata-mata ahli dan bicara tentang decisive moment-nya Cartier Bresson, ia juga bicara tentang voyeurism-nya Sosan Sontag, yang pernah membangkitkan amarah para juru foto. Sikap kritis melandasi pemahaman dan kerja foto Erik Prasetya. Dalam perkembangannya, Erik menyatakan karya-karyanya sebagai estetika banal, kata yang sesungguhnya terkesan dikotomis. Estetika tentu saja mengandung keindahan, sedang banal yang artinya biasa biasa saja, atau lebih tepat di sini kesahajaan, satu jukstaposisi.  
 
Karena itu karya-karya Erik yang sepintas terlihat sebagai dokumenter yang objektif, juga  menunjukkan hal lain yaitu subjektivitas. Agaknya apa yang ingin dihadirkannya dalam fotografi bukan hanya bentuk tetapi juga sikap, hingga kita menjadi maklum saat ia pernah mempertanyakan konstruk atau salon fotografi sesungguhnya ia mempertanyakan kadar manipulasi serta tanggung jawab sosial seorang fotografer saat berkarya. Meski di kemudian hari dalam berbagai kesempatan Erik juga menggunakan pendekatan konstruk dalam berkarya (Yang Tercinta,  2005), tetapi pendekatan ini dipilih bukan untuk kepentingan estetik melainkan sebagai pernyataan diri.  Rupanya Erik seorang idealis. Idealisme yang menyebabkan seorang akan semakin tertarik pada kerja yang dilandasi sikap pribadinya ini. 
 
Dewan Kesenian Jakarta bertemu dan melihat karya-karya Erik tentang Jakarta yang dikerjakan selama lebih dari sepuluh tahun, langsung tertarik untuk menerbitkan kumpulan karya-karyanya. Ia merekam dalam hitam-putih wajah dan “wajah” Jakarta serta penghuninya. Karya-karya yang dibukukan dalam lima bagian ini sungguh menarik karena kita akan dapat melihat apa dan bagaimana mata seorang juru foto saat melihat dan membuat satu pernyataan tentang kota yang dicintainya: Jakarta
 
 
Pembukaan :
Jumat | 10 Desember 2010
19.30 WIB – selesai
Neo Journalism Club | Galeri Foto Jurnalistik Antara
Jl. Antara No. 59 Pasar Baru – Jakarta Pusat
 
Pameran* :
15 – 26 Desember 2010
*Bekerjasama dengan The Jakarta International Photo Summit
Galeri Nasional
Jl. Medan Merdeka Timur No. 14 -Jakarta Pusat