Gerakan Indonesia Membaca Sastra Memeriahkan Jakarta Biennale #14.2011

 

Gerakan Indonesia Membaca Sastra (GIMS) adalah sebuah gerakan bersama yang mencoba menghidupkan kegairahan membaca sastra di kalangan masyarakat luas. Dengan gerakan ini diharapkan kegiatan membaca sastra menjadi kegiatan yang menyenangkan, bukan lagi sebagai sebuah tugas, apalagi dari guru bahasa Indonesia. Sehingga ia bisa menjadi pengisi waktu luang warga Jakarta yang menikmati sore atau petang di kafe, komunitas sastra, dan ruang-ruang publik lainnya. Syukur-syukur, kelak ia bisa menjadi semacam gaya hidup warga Jakarta yang mencintai sastra atau kesenian pada umumnya.

Gerakan ini juga mencoba membangkitkan kembali kepedulian kita kepada karya-karya sastra Indonesia yang penting alias kanonik. Selama ini kita mengenal karya-karya sastra Indonesia yang penting, beberapa malah diajarkan di sekolah-sekolah, tetapi selebihnya kita hanya tahu judul dan nama pengarangnya. Dengan gerakan ini kita diajak langsung menikmati kekuatan dan keindahan sastrawi karya tersebut seraya mengaitkannya dengan kehidupan kita hari ini.

Seluruh kegiatan pembacaan akan direkam dan hasilnya akan diolah menjadi audiobook dan disumbangkan ke perpustakaan komunitas Mitra Netra, sebagai sebentuk kepedulian kita membantu ketersediaan buku-buku sastra bagi kaum tuna netra. Selama setahun ke depan diharapkan akan dihasilkan 12 audiobook sastra Indonesia Klasik berkualitas baik.

Sebagai sebuah gerakan bersama, tentu saja, ia tidak bisa dilakukan sendirian, tetapi dengan mengajak sebanyak mungkin pihak untuk menyebar-luaskannya. Gerakan ini sendiri pertama kali digagas Ayu Utami dari Komunitas Salihara. Ia kemudian mengajak sejumlah pihak untuk mendukungnya, termasuk Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Sejauh ini pihak yang sudah menjalankannya adalah Kopitiam Oey Sabang dengan membacakan novel Klasik Drama di Boven Digul karya Kwee Tek Hoay selama Agustus-September ini. Oktober nanti Komunitas Salihara akan menyelenggarakan dengan membacakan sejumlah karya sastra.

Sebagai bagian dari kerjasama dengan Komunitas Salihara, DKJ juga berkomitmen menggelar acara serupa di sekitar Cikini, Jakarta Pusat. Bagi DKJ, kegiatan ini akan menjadi bagian dari Jakarta Biennale #14 2011 yang akan berlangsung selama Desember - Januari 2012.

 

Novel: Atheis karya Achdiat K. Miharja dan Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer

Tempat dan Waktu:
Kafe Tjikini, Jalan Cikini Raya
Jumat, 2, 9, & 16 Desember 2011
pukul 16.00 - 19.00 WIB
Bagi yang berminat untuk berpartisipasi, silakan kirim CV singkat ke marisca.suzana@yahoo.com atau hubungi kantor DKJ 31937639, 3162780, 39899634. 
 
Naskah dapat diambil tiap hari Senin pada tanggal 28 November, 5 dan 12 Desember 2011 (pada hari dan jam kerja).