Peluncuran dan Diskusi Buku PRAMOEDYA MENGGUGAT
Sastra kerap bermusuhan dengan politik ketika penguasa bertindak represif. Pelarangan buku-buku Pramoedya Ananta Toer berakibat fatal. Nyaris langka kajian tentang karya-karya Pram yang dilakukan peneliti Indonesia.Kajian tentang Pram justru banyak dilakukan parapeneliti asing di berbagai universitas di luar negeri. Buku Pramoedya Menggugat: Melacak Jejak Indonesia (Gramedia, Desember 2011) karya Prof Koh Young Hun adalah salah satu contoh.
“Inilah kajian paling lengkap atas karya-karya Pramoedya AnantaToer,” ujar Maman S. Mahayana yang bertindak sebagai editor buku itu.
Dewan Kesenian Jakarta bekerjasama dengan Penerbit Gramedia Pustaka Utama akan menyelenggarakan peluncuran dan diskusi buku itu, Kamis, 19 Januari 2011, pukul 15.00—17.00 bertempat di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Bertindak sebagai pembicara adalah penulisnya sendiri, Prof Koh Young Hun, pengajar di Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea Selatan. Diskusi buku "Pram Menggugat" akan pula menghadirkan Agus R Sarjono, redaktur majalah sastra Horison, selaku pembahas. Acara akan dimoderatori oleh kritikus sastra, Maman S Mahayana.
Dalam kondisi karut-marut kehidupan bangsa ini, pemikiran Pram, seperti yang diteroka Koh Young Hun dalam kajiannya, kiranya relevan dan kontekstual untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara besar.
Komite Sastra DKJ






