Komunitas Fotografer Aksi Panggung Beraksi untuk Jakarta Biennale#14.2011
Jakarta – Komunitas Fotografer Aksi Panggung akan menggelar pameran foto-foto panggung. Eksibisi ini tidak hanya memamerkan sekedar foto-foto dokumentasi sebuah acara pertunjukan panggung, melainkan rekaman sejarah perkembangan seni dan musik di Indonesia dengan media fotografi.
Pameran foto-foto panggung akan diselenggarakan mulai dari 28 November hingga 4 Desember 2011 di Teater Jakarta lantai 2, Taman Ismail Marzuki. Selain pameran, akan ada seminar yang diberikan oleh Tim Nikon Indonesia pada 29 November dan 30 November 2011, talkshow tentang fotografi panggung pada 1 Desember dan 2 Desember 2011, dan juga kompetisi foto panggung pada 3 Desember 2011.
Sebagai Parallel Event Jakarta Biennale#14
Pameran fotografi aksi panggung ini merupakan event paralel pameran seni rupa kontemporer berskala internasional Jakarta Biennale #14.2011. Jakarta Biennale kali ini mengusung tema “Maximum City”. Sebuah tema yang lahir dari kondisi Jakarta yang terasa semakin sesak, dalam artian ruang maupun potensi. Kondisi ini yang kemudian menumbuhkan pilihan-pilihan dari setiap warga Jakarta untuk lari (escape) atau justru menghasilkan solusi baru (survive).
Acara dua tahunan tersebut digawangi oleh Dewan Kesenian Jakarta yang akan resmi dibuka pada 15 Desember 2011 di Galeri Nasional, Jakarta.
Pada perhelatan kali ini, kurator mengundang lebih dari 100 seniman baik lokal, maupun internasional untuk ikut berpartisipasi. Selain galeri dan ruang-ruang indoor, karya-karya seni rupa raksasa akan dipamerkan di berbagai ruang publik seperti taman kota, jalan raya, mal, stasiun dan sebagainya.
Informasi lebih jauh mengenai program Rockin'Frame dan program Jakarta Biennale#14.2011 lainnya bisa didapatkan melalui website : www.jakartabiennale.or.id atau ikuti perbincangan kami via Twitter di @jakartabiennale atau Facebook fan Page kami : Jakarta Biennale.
Informasi lebih lanjut silakan menghubungi Dewi Puspa atau Iwan Seti (021-31936739)
Salam,
Dimas Fuady
Public Relations Jakarta Biennale#14.2011
Maximum City : Survive or Escape







