The 11th Indonesian Dance Festival: “Let’s Move: Outreaching the Possibilities” Jadikan Indonesia Menari
Jakarta - Indonesian Dance Festival atau IDF merupakan satu-satunya festival tari kontemporer di Indonesia yang secara rutin digelar setiap dua tahun sekali. Tahun ini adalah penyelenggaraan IDF yang ke 11, sejak berdirinya pada tahun 1992 yang selalu mendapatkan dukungan dari Dewan Kesenian Jakarta. Seluruh rangkaian acara IDF 2012 meliputi Lomba Tari, Master Class, Workshop Koreografi, Dance & Film, Street Performance, serangkaian Seminar, Pemberian Award, hingga puncak acara berupa pementasan karya-karya tari dari berbagai Negara pada tanggal 1- 9 Juni 2012. Seluruh rangkaian acara tersebut didukung sepenuhnya oleh Djarum Apresiasi Budaya.
Festival yang didirikan oleh para tokoh dan akademisi tari terkemuka Indonesia merupakan bagian dari pengembangan pendidikan seni di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).Selain didukung oleh para tokoh tari di Indonesia, seperti Nungki Kusumastuti, Farida Oetoyo, Maria Darmaningsih, Melina Surjadewi, Sal Mugiyanto, dan lain-lain, saat ini IDF juga melibatkan direktur artistic dan kurator tari intertasional seperti Tang Fu Kuen dari Singapura dan Daisuke Muto dari Jepang. Tahun ini, IDF 2012 menunjuk Andara Firman Moeis (Koreografer) sebagai Juru Bicara, dan Dewi Gita sebagai Duta IDF.
“Kami menyadari betul keberagaman budaya Indonesia di berbagai bidang, termasuk tari. Kami melihat Indonesian Dance Festival sebagai sebuah perayaan atas keberagaman juga sebagai pengingat atas pentingnya harmonisasi dalam perbedaan.Oleh sebab itu Djarum Apresiasi Budaya mendukung seluruh rangkaian kegiatan IDF di 2012 yang mengangkat pesan besar Indonesia Menari. Kami berharap kegiatan ini juga mampu menjadi wadah melahirkan seniman muda untuk terus berkreasi dan menciptakan karya-karya baru” ujar Renitasari, Program Director-Bakti Budaya Djarum Foundation.
Maria Darmaningsih, selaku Direktur IDF 2012 menjelaskan, “Kami ingin mengajak publik, bukan hanya para pelaku seni tari, untuk menari. Karena dengan menari, kami percaya manusia menjadi lebih berbudaya, dekat dengan nuraninya, dan memiliki kesadaran atas dirinya.Tahun ini, dengan mengusung tema Let’s Move: Outreaching the Possibilities, kami ingin merangkul para anak muda Indonesia agar dapat bersama-sama menjangkau berbagai kemungkinan yang kini berkembang dalam dunia tari”.
Menuju puncak acara IDF 2012, serangkaian acara telah dilaksanakan seperti Seminar Tari Kontemporer yang digelar di Erasmus Huis padaFebruari 2012, kemudian dilanjutkan dengan IDF Dance Competition yang berhasil diikuti oleh sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan dan daerah di Indonesia pada April yang lalu. Para koreografer muda yang memenangkan kompetisi tersebut kemudian akan tampil di Teater Luwes pada tanggal 2 Juni 2012 dalam program Seeds of Wonder (koreografer pemula berbakat).
Kemudian ada gerakan Indonesia Menari yang mendapat dukungan dari ribuan penari, pemusik, dan komunitas-komunitas lagi yang berlangsung di Bundaran HI pada 13 Mei yang lalu. Atas dukungan ribuan seniman ini, Indonesia Menari mendapat penghargaan MURI untuk kategori Menari Tarian Nusantara oleh Peserta Terbanyak. Program IDF terkini yakni Workshop Koreografi yang akan dilaksanakan pada 23 Mei 2012 di P4TK Bahasa, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.
Puncak acara The 11th Indonesian Dance Festival akan dimulai pada tanggal 1 Juni 2012 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, dengan penampilan dari sejumlah penari dari Yogyakarta dan Solo serta Gerarg Mosterd (Belanda), dan Pura Mangkunegaran Surakarta. Sepanjang rangkaiannya hingga tanggal 9 Juni, IDF juga diisi dengan sejumlah seminar, masterclasses, dance & film, serta pertunjukan yang digelar di beberapa titik di Jakarta, seperti Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta, Teater Luwes IKJ, Art Cinema FFTV IKJ, Studio C FSP IKJ, Teater Kecil, serta Graha Bakti Budaya, TIM.
Tahun ini, IDF menghadirkan sejumlah koreografer dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Jambi, Bangka Belitung, dan Papua. Selain itu, hadir pula koreografer internasional antara lain: Zan Yamashita (Jepang), Hafiz Dhaou (Tunisia-Perancis), Raphael Hillebrand&Sébastien Ramirez (Jerman – Perancis – Vietnam), NaceraBelaza (Algeria – France), dan sederetan seniman internasional dari Belgia, Kamboja, Taiwan, dan Finlandia.
Melalui program-programnya: Pementasan (Main Performance & Seeds of Wonder), Workshop Koreografi, Master Classes, Seminar dan Dance Film, dalam setiap pelaksanaannya, IDF menghadirkan 3 generasi – senior, mapan dan yang baru tumbuh, menyediakan ruang ekspresi bagi para koreografer dari berbagai jenjang, mulai dari pendatang baru, koreografer muda, maupun koreografer senior dengan sasaran utama kaderisasi, memupuk kreativitas dan membangun kehidupan tari Indonesia yang dinamis dengan fokus tari kontemporer. (*)
Untuk informasi lebih lanjut mengenai “Indonesian Dance Festival”, dapat menghubungi:
Panitia IDF:
Yessy (0818 787 966)
Maria Darmaningsih (081311152057)
Nungki Kusumastuti (0816859519)
Email : idf08@yahoo.com







