Pengumuman Pemenang FESTIVAL TEATER JAKARTA 2011
FESTIVAL TEATER JAKARTA 2011, ajang di mana para teaterawan berkompetisi mempertunjukan kebolehan mereka dalam melahirkan kreativitas di atas panggung, akhirnya telah berlangsung dengan sukses dan lancar diikuti juga dengan antusiasme publik yang tinggi terhadap acara ini.
Selama kurang lebih dua minggu lamanya, tertanggal 29 November sampai 14 Desember 2011, festival yang mengambil tema Membaca Aku, Membaca Laku ini diadakan di delapan venue atau tempat dengan berbagai macam program acara mulai dari pementasan grup teater peserta, diskusi tematik, peluncuran buku, pemutaran dokumentasi video teater, presentasi penelitian kepulauan Seribu, pasar drama di mana di dalamnya terdapat telaah naskah drama, pembacaan naskah drama, presentasi naskah-naskah drama terkenal, sampai penerbitan majalah FTJ 2011 berjudul Panggung yang memuat artikel-artikel khusus bertema opera, teater komunitas, serta drama musikal sebanyak 44 halaman.
Delapan venue yang dipilih untuk melangsungkan acara Festival Teater Jakarta 2011 adalah Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Gedung Salihara, Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Gelanggang Remaja Jakarta Selatan, Gelanggang Remaja Jakarta Barat, Teater Luwes Institut Kesenian Jakarta, serta Gedung Kesenian Jakarta.
Untuk kali ini, Festival Teater Jakarta 2011 diikuti oleh 14 grup teater yang kesemuanya memiliki konsep serta ide artistik khas dan berbeda untuk ditampilkan ke atas panggung. Perbedaan itu menambah kekayaan perbendaharaan dunia perteateran kita saat ini. Teater yang mengikuti festival kali ini dipilih dari lima wilayah DKI Jakarta melalui proses seleksi wilayah. Teater-teater tersebut adalah Stage Corner Community, Teater Sketsa, Teater Merah Maroon, Teater Anam, Teater Popcorn, Teater Mode, Teater Pangkeng, Teater Fitrah, Study Teater 24, Teater Ghanta, Teater El Nama, Teater Nonton, Teater Indonesia, serta Teater Amoeba.
Dari keempat belas naskah yang ditampilkan, sebanyak enam grup mementaskan naskah asli sendiri. Keenam grup itu adalah Stage Corner Community penulis naskah Dadang Badoet (Techno Ken Dedes), Teater Anam penulis naskah Herman A Rasyid (Roman), Teater Popcorn penulis naskah Diding Boneng (Bongkar), Teater Pangkeng penulis naskah Yamin Azhari (Bek), Teater Ghanta penulis naskah Yustiansyah Lesmana (Pesta Sampah), Teater Nonton penulis naskah Dicky Soemarno (Te (n)tangga (ng)).
Keempatbelas grup, setelah menampilkan aksi terbaik mereka, dinilai oleh tim juri yang terdiri dari Dindon WS, Benny Johanes, Dindon WS, N. Riantiarno, Afrizal Malna serta Putu Wijaya. Berdasarkan penilaian serta diskusi panjang mereka sepakat menentukan pemenang yang berhak atas 11 penghargaan meliputi Grup Terbaik I, II dan III, Sutradara Terbaik, Tata Artistik Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik, Aktor dan Aktris Pembantu Terbaik, Tata Musik Terbaik dan Naskah Drama Asli Terbaik.
Maka, pada acara malam penutupan dan penganugerahan Festival Teater Jakarta 2011 yang bertempat di Gedung Kesenian Jakarta selain diiringi dengan hiburan Sandiwara Makassar grup Pettapuang berjudul Passompe, diumumkanlah nama-nama pemenang penghargaan 11 kategori meliputi naskah drama terbaik, pemeran pembantu pria terbaik, pemeran pembantu wanita terbaik, pemeran utama pria terbaik, pemeran utama wanita terbaik, tata artistik terbaik, tata musik terbaik, sutradara terbaik, serta grup terbaik 1, 2, dan 3.
“Untuk para pemenang, dipilih grup yang menampilkan problem kemanusiaan yang selain jujur juga secara mendalam memberikan dampak perenungan bagi kemanusiaan,” jelas Malhamang Zamzam, ketua panita Festival Teater Jakarta 2011 saat acara penutupan.
Nama-nama pemenang Festival Teater Jakarta 2011 adalah:
- Naskah terbaik: Teater Nonton dengan lakon berjudul Te (n) tangga (ng) ditulis oleh Dicky Soemarno
- Tata artistik terbaik: Teater Amoeba (Deni Aduh-Aduh) dalam lakon Tikus dan Manusia karya John Steinbeck
- Tata musik terbaik: Teater Amoeba (Gerry Papap) dalam lakon Tikus dan Manusia karya John Steinbeck
- Pemeran pembantu wanita terbaik: Kartini berperan sebagai Nabun dalam lakon Bek produksi Teater Pangkeng
- Pemeran pembantu pria terbaik: Adilof Firdaus berperan sebagai Pak Dir dalam lakon Pesta Sampah produksi Teater Ghanta
- Pemeran utama wanita terbaik: Reni KH pemeran isteri dalam lakon HAH karya Putu Wijaya produksi Study Teater 24
- Pemeran utama pria terbaik: Joind Bayuwinanda pemeran Lennysmall dalam lakon Tikus dan Manusia produksi Teater Amoeba
- Sutradara terbaik: Joind Bayuwinanda dari Teater Amoeba
- Grup teater terbaik: 1 Teater Amoeba
- Grup teater terbaik: 2 Teater Ghanta
- Grup teater terbaik: 3 Teater Popcorn
Atas kesuksesan acara yang berlangsung, kami selaku panitia Festival Teater Jakarta 2011 mengucapkan pula rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu terutama rekan-rekan media baik cetak, online, radio, atau televisi.
Salam hormat,
Panitia FTJ 2011






