Sederhana, tapi jadi !
Tak perlu sebuah pertunjukkan yang rumit untuk menggamit hati penonton. Itu yang dilakukan oleh Teater Nonton saat membawakan drama berjudul ‘Gagu Ngigau Galau Wagu’ karya Diky Soemarno.
Mengangkat soal realitas kehidupan di sebuah kampung antah berantah, sebuah cerita mengalir dari sana. Berbagai orang dengan beragam profesi hadir disana. Mulai dari tentara, guru, koki hingga penjual jamu. Awalnya kehidupan mereka berjalan harmonis, hingga pada tengah cerita, si penjual jamu terusir dari kampungnya. Harmoni yang rusak, muncul sebagai konflik cerita.
‘Sebuah pertunjukkan yang sederhana, tapi jadi’, ujar Putu Wijaya, salah seorang anggota juri FTJ ’08. Putu juga memuji keluwesan akting para pemain sehingga tak kurang menghadirkan gelak tawa para penonton.
‘Ada keterampilan, ada penguasaan dan kesegaran yang ditampilkan mereka’, katanya. Selain itu, Putu juga menyanjung soal penataan suara yang menurutnya tertata dengan baik, sehingga sangat mendukung irama pertunjukkan.
Satu-satunya masalah,menurut Putu, adalah konsep penataan panggung yang ia nilai terlampau biasa. ‘Harusnya bisa lebih bagus dari itu’, ujarnya. Namun katanya, kekurangan itu bisa tertutup dengan penggarapan naskah dan penyutradaraan yang cukup baik.
‘Secara umum.. menyenangkan. Sederhana, tapi jadi !’, kata Putu menutup pembicaraan. (Dimas Fuady/Indro-DKJ)






